Tafsir Al Azhar
Posted : admin On 13.01.2019MAKALAH HAMKA dan Metode Tafsir Al-azhar Makalah ini disusun untuk memenuhi sebagian tugas mata kuliah Ilmu Tafsir Yang diampu oleh Ust. Hasan el-Qudsi Disusun oleh: Yahya I000080019 JURUSAN SYARI’AH FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009 I. PENDAHULUAN Tokoh satu ini sudah tidak asing lagi khususnya di kalangan Persyarikatan Muhammadiyah. Sangat disayangkan jika seorang kader Muhammadiyah tidak mengenal sosok beliau. Beliau adalah salah satu tokoh Islam yang berasal dari negeri—yang menurut Adian Husaini adalah negeri serba aneh—bernama Indonesia. Ketokohan beliau kondang tidak hanya di Persyarikatan Muhammadiyah dan Indonesia tapi juga sampai ke negeri-negeri Islam lainnya seperti Malaysia, Mesir, Arab Saudi dan lain-lain dan jika kita meminjam istilahnya Prof. Furqan Hidayatullah maka beliau masuk kategori manusia wajib.
Salah satu karya fenomenal beliau adalah sebuah kitab tafsir yang beliau beri nama “Tafsir Al-Azhar”. Dalam makalah ini kita akan membahas sedikit tentang kepribadian dan kitab tafsirnya.
Dalam makalah ini kita akan membahas sedikit tentang riwayat hidupnya dan metode penafsirannya. Tentunya banyak kekurangan dalam makalah ini, apalagi pemakalah tidak melakukan kajian yang mendalam—hanya menukil tulisan orang lain—terhadap kitab tafsirnya tersebut. Kritik dan saran sangat diperlukan untuk memperbaiki kajian-kajian selanjutnya. Meskipun demikian saya—pemakalah—mengharap makalah ini tetap bisa memberikan mamfaat kepada kita semua. PEMBAHASAN A. Biografi Singkat HAMKA HAMKA, adalah akronim dari nama aslinya Haji Abdul Malik bin Abdul Karim bin Muhammad Amrullah bin Abdullah Shalih bin Abdullah Arif.
Get this from a library! Tafsir al-Azhar, oleh Hamka. Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah -beliau juga menulis tafsir- mengatakan bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir terbaik, jika tidak bisa dikatakan sebagai tafsir terbaik, dari kitab-kitab tafsir yang ada.
Ia lahir pada 1908 atau 14 Muharram 1326 Hijriyah di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. HAMKA mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sampai kelas dua.
Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya mendirikan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di sini HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, AR Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo. Pada 5 April 1929 dia kawin dengan Siti Raham. Dia sendiri baru berusia 21 tahun dan istrinya 15 tahun.
Tafsir Al Azhar
Mereka dikaruniai sepuluh orang anak: tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Pada tanggal 1 Januari 1972 istrinya meninggal dunia di Jakarta. Satu tahun delapan bulan setelah istri pertamanya meninggal, pada tanggal 19 Agustus 1972 HAMKA menikah dengan Hajah Siti Khadijah, dari Cirebon, Jawa Barat.

Tafsir Al Azhar Pts
HAMKA adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. HAMKA juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau mejadi ketua cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, HAMKA mendirikan pusat latihan dakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majelis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah pada tahun 1946. Pada tahun 1953, HAMKA dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof.